Model dan Teori Komunikasi Organisasi - Komunikasi Organisasi
Hiii readerssss....
Jumpa lagi. Kali ini saya ingin menyampaikan Model dan Teori Komunikasi Organisasi (dalam Komunikasi Organisasi)
Komunikasi merupakan bagian esensial dalam kehidupan organisasi. Tanpa komunikasi yang efektif, organisasi akan mengalami hambatan dalam mencapai tujuan. Oleh karena itu, pemahaman mengenai model dan teori komunikasi organisasi menjadi sangat penting agar setiap elemen organisasi dapat berinteraksi secara produktif dan efisien. Artikel ini membahas berbagai model dan teori yang menjadi landasan pemahaman dalam kajian komunikasi organisasi.
1. Pegertian Komunikasi Organisasi
Komunikasi organisasi adalah proses pertukaran informasi, ide, dan pesan antara individu atau kelompok di dalam suatu organisasi guna mencapai tujuan bersama. Komunikasi ini mencakup aliran informasi baik secara vertikal (atasan ke bawahan atau sebaliknya), horizontal (antar rekan kerja setingkat), maupun diagonal (lintas divisi atau departemen).
2. Model Komunikasi dalam Organisasi
Model komunikasi adalah kerangka kerja yang digunakan untuk menjelaskan bagaimana proses komunikasi berlangsung. Berikut adalah model-model utama yang sering digunakan dalam konteks organisasi:
a. Model Linear (Shannon dan Waever)
Model ini menggambarkan komunikasi sebagai proses satu arah dari pengirim ke penerima. Model ini mencakup elemen: pengirim (sender), pesan (message), saluran (channel), penerima (receiver), dan gangguan (noise).
b. Model Interaksional
Model ini menambahkan konsep umpan balik (feedback) dan mengakui bahwa penerima juga dapat menjadi pengirim pesan. Komunikasi dianggap sebagai proses dua arah yang lebih dinamis.
c. Model Transaksional
Model ini melihat komunikasi sebagai proses simultan di mana pengirim dan penerima saling berinteraksi secara bersamaan. Konteks, waktu, dan pengalaman menjadi bagian penting dari proses komunikasi.
3. Teori-Teori Komunikasi Organisasi
Dalam komunikasi organisasi, terdapat beberapa teori penting yang memberikan perspektif beragam dalam memahami dinamika komunikasi di lingkungan kerja.
a. Teori Sistem
Organisasi dipandang sebagai sistem terbuka yang saling bergantung antar komponennya. Komunikasi menjadi sarana pertukaran informasi antara bagian-bagian sistem agar organisasi tetap adaptif dan seimbang.
b. Teori Jaringan
Menjelaskan bagaimana informasi mengalir melalui hubungan (relasi) dalam organisasi. Fokusnya adalah pola hubungan antar individu atau unit kerja dalam menyampaikan pesan.
c. Teori Budaya Organisasi
Komunikasi dilihat sebagai pembentuk dan penggambaran budaya organisasi, seperti nilai, norma, simbol, dan praktik sehari-hari. Komunikasi memperkuat identitas dan iklim kerja organisasi.
d. Teori Informasi
Berfokus pada efisiensi dan keakuratan penyampaian pesan. Berkaitan erat dengan manajemen informasi, terutama dalam penggunaan media komunikasi modern seperti email, sistem ERP, dan lainnya.
e. Teori Kritis
Menganalisis bagaimana komunikasi dalam organisasi mencerminkan kekuasaan dan dominasi. Teori ini menyoroti ketimpangan dalam alur komunikasi dan mendorong pemberdayaan karyawan.
f. Teori Feminisme
Menekankan pentingnya pengalaman perempuan dan kelompok marginal dalam komunikasi organisasi. Mengkritisi budaya maskulin dan dominasi patriarki dalam struktur komunikasi formal.
4. Integarsi Model dan Teori dalam Praktik
Model dan teori komunikasi organisasi tidak berdiri sendiri. Dalam praktik, pemimpin dan anggota organisasi menggabungkan berbagai pendekatan ini untuk menciptakan komunikasi yang efektif. Misalnya, seorang manajer yang memahami model transaksional dan teori budaya organisasi akan lebih berhasil dalam membangun komunikasi yang terbuka, inklusif, dan selaras dengan nilai organisasi.
5. Kesimpulan
Model dan teori komunikasi organisasi merupakan fondasi penting dalam memahami dinamika interaksi dalam lingkungan kerja. Melalui pemahaman terhadap berbagai model seperti linear, interaksional, dan transaksional, serta teori-teori seperti sistem, jaringan, budaya, dan kritis, kita dapat mengembangkan strategi komunikasi yang lebih efektif dan humanis di dalam organisasi.
Pemanfaatan model dan teori ini juga membantu organisasi dalam menghadapi tantangan komunikasi modern, terutama dengan adanya teknologi digital dan kebutuhan akan budaya kerja yang inklusif serta kolaboratif.
Daftar Referesi:
1. Littlejohn, S. W., & Foss, K. A. (2008). Theories of Human Communication (9th ed.). Wadsworth.
2. Miller, K. (2015). Organizational Communication: Approaches and Processes (7th ed.). Cengage Learning.
3. Goldhaber, G. M. (1993). Organizational Communication. Brown & Benchmark Publishers.
4. Luhman, J. T., & Boje, D. M. (2001). Organization Theory as a Communication Theory. Management Communication Quarterly, 15(1), 140–148.
5. Cheney, G., Christensen, L. T., Zorn, T. E., & Ganesh, S. (2011). Organizational Communication in an Age of Globalization: Issues, Reflections, Practices. Waveland Press.
6. Shannon, C. E., & Weaver, W. (1949). The Mathematical Theory of Communication. University of Illinois Press.
Fajar Sriwijaya (233500020001)
Universitas Mpu Tantular Jakarta
Komunikasi Organisasi
Dosen pengampu: Ibu Serepina Tiur Maida S.Sos.,M.Pd., M.I.Kom.,C.AC.,C.PS., C.STMI
Komentar
Posting Komentar