Integrated Marketing Communication
Hiii Readers...
Jumpa lagi dengan saya.
Kali ini saya akan membahas mengenai Apa Itu Integrated Communication? Pengertian dan Strategi.
Integrated Marketing Communication (IMC) merupakan strategi marketing (pemasaran) yang dimana menggabungkan berbagai jenis komunikasi pemasaran. Terdapat berbagai macam channel yang dapat digunakan untuk melaksanakan komunikasi pemasaran ini, tidak terbatas pada satu saluran saja.
Dan yang harus diperhatikan adalah penggunaan channel yang harus saling berkaitan dan pesan yang disampaikan juga harus konsisten. Serta strategi ini mengharuskan kerjasama tim yang setiap anggota harus sudah memahami dan satu pikiran sebelum melaksanakannya.
Strategi pada pada integrated marketing communication melibatkan penggunaan elemen promosi yang dibagi menjadi dua kategori, yaitu soft sell dan hard sell. Soft sell berupa kegiatan seperti periklanan, hubungan masyarakat, tanggung jawab sosial (CSR( dan pemasaran interaktif, dengan tujuan mempengaruhi persepsi dan emosi konsumen. Sedangkan hard sell merupakan kegiatan penjualan personal, pemasaran langsung, dan promosi penjualan untuk mempengaruhi konsumen.
Integrated marketing sendiri merupakan strategi pemasaran yang melibatkan semua channel pemasaran untuk bekerja sama. Pemasaran terintegrasi melibatkan fungsi-fungsi dari departemen lain dalam suatu perusahaan untuk mencapai tujuan yang spesifik. Penerapan integrated marketing penting untuk memastikan bahwa semua channel menyampaikan pesan dengan tone of voice yang konsisten.
Cara menyusun integrated marketing
1. Menentukan tujuan kampanye.
Hal utama yang harus dilakukan adalah menentukan tujuan dari kampanye yang akan dilakukan serta apa yang ingin dicapai dari kampanye tersebut. Tujuan kampanye harus menggunakan pendekatan SMART (specific, measurable, attainable, relevant, time-based) yang artinya tujuan kampanye harus spesifik atau detail, dapat diukur dan dicapai, relevan dengan kebutuhan perusahaan serta jangka waktu yang jelas.
2. Pilih saluran pemasaran yang relevan.
Selanjutnya setelah menentukan tujuan dari kampanye, maka kita harus menentukan channel pemasaran yang relevan. Kita dapat menggabungan channel pemasaran digital dan tradisional dan bekerja sama dengan divisi lain seperti PR, penjualan, desain dan lain-lain.
3.. Kenali buyer persona untuk setiap channel
Penting untuk dapat mengenali dan memahami karakteristik dari setiap calon konsumen sehingga kita dapat menentukan channel pemasaran seperti apa yang tepat digunakan untuk calon konsumen tersebut. Mengingat setiap orang memiliki buyer pesona yang berbeda-beda.
4. Buat aset pemasaran
Aset pemasaran yang dimaksud adalah strategi pemasaran digital dan non digital seperti konten pada media sosial serta flyer yang disebarkan. oleh sebab itu harus membuat aset pemasaran yang menarik sehingga dapat menarik calon konsumen.
5. Rencanakan metode pengumpulan prospek (lead)
Mengumpulkan prospek dan mengelola informasi atau data yang diperoleh. Kita perlu merencanakan metode pengumpulan prospek yang efektif dengan tim penjualan agar data yang diperoleh berkualitas dan berguna.
6. Meluncurkan kampanye.
Selanjutnya tahap meluncurkan kampenye setelah semua tahap diatas dilaksanakan. Lakukanlah evaluasi setelah tahap ini dijalankan adakan perubahan yang lebih baik lagi sehingga kita dapat mencapai tujuan awal yang telah ditentukan.
7. Cara membuat kampanye integrated marketing communication
Dalam kampenye pemasaran terpadu, perlu menggunakan lebih dari satu channel untuk menyampaikan pesan yang sama. berikut beberapa point penting yang perlu diperhatikan :
a. Keselarasan. Merupakan aspek terpenting dalam komunikasi pemasaran terpadu. Semua channel yang digunakan harus menyampaikan pesan yang kohesif. Tim pemasaran harus memiliki pemahaman yang jelas mengenai tujuan dan pesan keseluruhan untuk menghindari kesalahpahaman saat menjalankan kampanye
b. Kepemimpinan yang jelas. Kampenye ini memerlukan seorang pemimpin, dikarenakan kampanye komunikasi pemasaran terpadu merupakan kerjasama tim. Dengan demikian jelas seorang pemimpin diperlukan untuk meminimalisir kesalahpahaman.
c. Tujuan. Sebelum melaksanakan kampanye maka harus menentukan tujuan kampanye kita.
d. Alur kerja yang jelas. Mengingat kampanye dengan menggunakan komunikasi pemasaran terpadu merupakan kerjasama tim, maka perlu menentukan alur kerja yang jelas bagi tiap-tiap departemen sehingga tidak terjadinya saling menyalahkan ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
8. Pentingnya strategi integrated marketing communication.
Beberapa alasan mengapa kita membutuhkan strategi komunikasi pemasaran terpadu (IMC)
a. Konsistensi pesan. IMC bertujuan untuk menyampaikan pesan yang konsisten. Dengan menggunakan strategi ini, calon konsumen dapat menerima pesan dan memahami isi pesan yang ingin kita sampaikan.
b. Pencitraan merek yang konsisten. Bukan hanya pesan yang harus konsisten, akan tetapi pencitraan merek juga harus konsisten seperti logo, konten serta suara juga membentuk identitas merek tersebut.
c. Pengalaman pelanggan yang konsisten. Pada masa sekarang ini, bukan hanya produk yang dicari namun pengalaman juga menjadi suatu kebutuhan konsumen saat ini. Dengan strategi IMC ini, konsumen turut membantu menentukan bagaimana pesan bisnis kita dapat disampaikan dan menciptakan pengalaman konsumen yang lebih baik dan sesuai dengan harapan.
d. Memperkuat tujuan dan pesan bisnis. Strategi pada IMC bukan hanya memperkuat pesan, akan tetapi juga menjaga pesan dan tujuan yang jelas dalam bisnis kita. Dan dengan channel yang terintegrasi bisnis kita dapat mempertahankan fokus dan konsistensi dalam menyampaikan pesan yang relevan dengan tujuan perusahaan.
Dengan menggunakan strategi IMC, pemasar dapat mencapai konsistensi pesan, membangun citra merek yang kuat, menciptakan pengalaman konsumen yang baik dan mempertahankan pesan dan tujuan bisnis yang jelas.
Konsep AIDA untuk integrated marketing communication (IMC)
AIDA merupakan salah sastu model dasar pemasaran yang penting dalam dunia bisnis dan pemasaran. AIDA merupakan singkatan dari Attention/Awareness (perhatian), Interest (ketertarikan), Desire (keinginan), dan Action (tindakan). AIDA digunakan untuk menggambarkan proses interaksi dengan konsumen.
Beberapa pertanyaan yang dapat kita ajukan dalam menggunakan model ini :
* Awareness/Perhatian : bagaimana cara memperkenalkan merek kita? apa jenis kampanye kesadaran merek yang ingin kita buat? apa pesan yang ingin kita sampaikan?
* Interest/ketertarikan : bagaimana cara menarik perhatian pelanggan? dimana kita harus menempatkan iklan dan informasi?
* Desire/keinginan : apa yang membuat produk yang kita jual menjadi diingkan? bagaimana cara kita membangun hubungan dengan pelanggan?
* Action/tindakan : apakah pelanggan dapat dengan mudah memperoleh produk kita?
Contoh penerapan IMC :
1. Konsistensi branding. seperti Logo, warna, elemen visiual serta kemasan produk.
2. Komunikasi terpadu. seperti mengintegrasikan pesan dan taktik pemasaran melalui berbagai macam channel. menggunakan strategi pemasaran berbasis data.
3. Public relations. Melibatkan publikasi pers, mengadakan acara atau bekerja sama dengan influencer. Mengelola krisis dengan cepat dan transparan serta respons yang efektif.
4. Pemasaran konten. Mengembangkan konten yang menarik konsumen dan mendistribusikan konten tersebut keberbagai channel.
5. Hubungan masyarakat. Berintaraksi secara aktif dengan pelanggan serta menyediakan dukungan pelanggan yang responsif dan menjaga komunikasi yang terbuka dan jelas.
6. Keterlibatan pelanggan. Menggunakan media sosial untuk berinteraksi dengan konsumen, seperti membuat event dan diskusi. Memberikan pengalaman yang positif kepada pelanggan dan membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan.
Kesimpulan
IMC adalah strategi pemasaran yang melibatkan berbagai macam channel komunikasi dan fungsi perusahaan untuk menyampaikan pesan secara konsisten. Dalam IMC keselarasan, kepemimpinan yang jelas, penentuan tujuan, dan alur kerja yang terorganisir menjadi kunci keberhasil.
Fajar Sriwijaya (233500020001)
Ilmu Komunikasi
Universitas Mpu Tantular Jakarta
Integrated Marketing Communication
Dosen pengampu : Ibu Serepina Tiur Maida, S.Sos.,M.Pd., M.I.Kom.,C.AC.,C.PS., C.STMI
IMC ternyata menarik bgt kalo di pelajari lebih jauh ya
BalasHapusIMC sangat menarik dipelajari. dari materi yang dibagikan ini saya sangat mempelajari banyak hal tentang IMC. terima kasih kak dan terus berkarya
BalasHapusWahhh IMC itu luas banget ya dalam nya, terimakasih kak sedikit ada gambaran tentang IMC
BalasHapus