Etika Dalam Berbicara (Public Speaking)
Hiii Readers...
Jumpa lagi dengan saya.
Kali ini saya akan membahas mengenai "Etika Dalam Public Speaking".
Pada dasarnya semua kita bisa berbicara didepan umum, namun apakah kita sadar akan etika yang harus kita miliki ketika berbicara ditempat umum??
Yuk kita pelajari bersama-sama.
Apa itu etika?
K. Bertens mengatakan bahwa etika adalah nilai dan norma moral, yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatuk perilaku. Selanjutnya menurut,
W.J.S Poerwadar Minto, etika merupakan ilmu pengetahuan tentang suatu perilaku atau perbuatan manusia yang dilihat dari sisi baik dan buruknya yang dapat ditentukan oleh akal manusia. dan yang terakhir menurut,
Prof. DR. Franz Magnis Suseno, etika merupakan ilmu yang mencari orientasi atau ilmu yang memberikan arah dan pijakan dalam tindakan manusia.
Jika digabungkan dari ketiga pemandangan diatas, maka etika adalah "norma-norma, nilai-nilai, kaidah-kaidah, dan ukuran-ukuran bagi tingkah laku manusia yang baik yang timbul dari suatu kebiasaan".
Sekarang readers sudah mengertikan apa itu etika. Selanjutnya kita akan membahas mengenai Etika dalam Public Speaking.
Public speaking yang beretka harus memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1. Etis dalam tujuan. Yang dimaksud dengan etis dalam tujuan adalah suatu yang disampaikan bisa dipertanggungjawabkan atas dasar etika, lalu kita harus memikirkan apakah saya ingin orang lain mengetahui motif saya yang sebenarnya ketika berbicara?
2. Etis dalam persiapan. Sebagai seorang pembicara, maka kita perlu mempersiapkan bahan yang akan disampaikan. Oleh sebab itu kita wajib menanamkan dalam diri "Sudahkah saya mempelajari dan meneliti topik secara menyeluruh?". Hal ini bertujuan agar kita paham dan mengerti akan apa yang ingin kita sampaikan, dan dapat memberikan jawaban yang memuaskan dan sesuai ketika peserta atau orang-orang yang mendengarkan memberikan pertanyaan.
3. Jujur. Dalam hal ini kita harus terbebas dari pernyataan yang salah atau sengaja menipu peserta. Menyajikan data statistik, kesaksian, dan bukti-bukti lainnya dan perlu diingat bahwa pernyataan atau materi yang kita sampaikan mengandung penalaran yang valid.
4. Bebas plagiasi. Plagiasi yang dimaksud disini adalah meniru secara persis akan apa yang sudah ada sebelumnya. misalkan tidak mengakui ide orang lain sebagai ide sendiri ataupun temuan atau penelitian yang dilakukan orang lain.
5. Yang terakhir Etis dalam bahasa. Kita sebagai pembicara diharapkan untuk tidak memancing suatu keributan atau huru hara ketika menyampaikan materi seperti menyinggung perasaan peserta (baik membahas Suku, Agama, atau Ras). Wajib hukumnya seorang pembicara untuk menunjukkan rasa hormat terhadap hak kebebasan berbicara dan berekspresi.
Nah jika readers sudah paham akan beberapa hal diatas, maka readers sudah bisa dikatakan memahami Etika Dalam Public Speaking.
Sampai bertemu dipembahasan lainnya readers..
Fajar Sriwijaya (233500020001)
Ilmu Komunikasi
Universitas Mpu Tantular Jakarta
Publi Speaking
Dosen pengampu : Ibu Serepina Tiur Maida, S.Sos.,M.Pd., M.I.Kom.,C.AC.,C.PS., C.STMI
Menarik sekali! Saya juga tertarik untuk menulis tentang topik ini.
BalasHapus