Saluran Komunikasi dalam Organisasi - Komunikasi Organisasi

 Hiii readerssss....

Jumpa lagi. Kali ini saya ingin menyampaikan Saluran Komunikasi dalam Organisasi (dalam Komunikasi Organisasi)

Komunikasi dalam organisasi tidak hanya bergantung pada isi pesan, tetapi juga pada saluran komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan pesan tersebut. Saluran komunikasi berperan penting dalam menentukan efektivitas pertukaran informasi, koordinasi, dan kolaborasi antar anggota organisasi. Pemilihan saluran yang tepat dapat mempercepat proses kerja, mengurangi kesalahpahaman, serta meningkatkan hubungan kerja yang sehat.

1. Pengertian Saluran Komunikasi
Saluran komunikasi adalah media atau jalur yang digunakan untuk menyampaikan pesan dari pengirim kepada penerima dalam sebuah organisasi. Saluran ini bisa berbentuk lisan, tulisan, visual, maupun teknologi digital. Pemilihan saluran yang tepat bergantung pada konteks komunikasi, sifat pesan, tingkat urgensi, dan hubungan antar individu dalam organisasi.

2. Jenis-Jenis Saluran Komunikasi
Saluran komunikasi dalam organisasi dapat dikategorikan ke dalam beberapa jenis berdasarkan bentuk, arah, dan struktur formalitasnya.

A. Berdasarka Bentuk Komunikasi

- Komunikasi Lisan (verbal)
Melibatkan penggunaan kata-kata secara langsung, baik secara tatap muka maupun melalui media suara.

- Komunikasi Tertulis
Melibatkan penyampaian pesan dalam bentuk tulisan.

- Komunikasi Nonverbal
Disampaikan melalui ekspresi wajah, bahasa tubuh, intonasi suara, atau simbol-simbol.

B. Berdasarkan Arah Aliran Informasi

- Komunikasi Vertikal.
Keatas: dari bawahan keatasan seperti laporan, keluhan dan saran. Kebawah: dari atasan kebawahan seperti instruksi, kebijakan, evaluasi)

- Komunikasi Horizotal
Komunikasi antar individu atau unit kerja yang setara dalam struktur organisasi.

- Komunikasi Diagonal
Komunikasi antara individu dari unit kerja berbeda dan level hierarki berbeda.

C. Berdasarkan Struktur Formalitas

- Saluran Komunikasi Formal
Dilakukan sesuai dengan struktur organisasi dan biasanya terdokumentasi.

- Saluran Komunikasi Informal
Terjadi secara spontan dan tidak mengikuti struktur formal.

3. Saluran Komunikasi Berbasis Teknologi
Dalam era digital, organisasi semakin mengandalkan teknologi komunikasi untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Berikut adalah beberapa media komunikasi digital yang umum digunakan:

a. email
b. Instant Messaging (WhatsApp dan lain-lain)
c. Video Conference (Zoom, Google Meet dan lain-lain)
d. Sistem Manajemen Informasi (ERP, CRM dan intranet perusahaan)

4. Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Saluran Komunikasi

Pemilihan saluran komunikasi dalam organisasi dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya:

Kerumitan pesan: Pesan kompleks lebih baik disampaikan secara lisan untuk menghindari kesalahpahaman.

Tingkat urgensi: Informasi mendesak lebih cocok disampaikan melalui media cepat seperti telepon atau pesan instan.

Kebutuhan dokumentasi: Informasi penting yang perlu dicatat sebaiknya disampaikan secara tertulis.

Hubungan interpersonal: Komunikasi informal cenderung lebih efektif dalam membangun hubungan kerja.

5. Tantangan dalam Saluran Komunikasi Organisasi

Beberapa tantangan umum yang sering dihadapi terkait saluran komunikasi meliputi:

- Tumpang tindih informasi akibat banyaknya saluran.

- Kebingungan karena tidak adanya standar komunikasi.

- Kurangnya pelatihan penggunaan teknologi komunikasi.

- Risiko informasi bocor atau disalahartikan.

6. Strategi Meningkatkan Efektivitas Saluran Komunikasi

Untuk mengoptimalkan penggunaan saluran komunikasi dalam organisasi, berikut beberapa strategi yang dapat diterapkan:

- Tentukan saluran komunikasi yang tepat sesuai konteks.

- Tingkatkan literasi digital dan pelatihan komunikasi bagi karyawan.

- Kembangkan pedoman komunikasi internal (communication policy).

- Fasilitasi komunikasi terbuka antara semua tingkatan.

- Evaluasi efektivitas saluran secara berkala.

Kesimpulan :
Saluran komunikasi merupakan aspek vital dalam keberhasilan interaksi organisasi. Pemilihan saluran yang tepat, baik secara lisan, tulisan, maupun berbasis teknologi, berkontribusi langsung pada efisiensi kerja, kepuasan karyawan, dan pencapaian tujuan organisasi. Pemahaman terhadap karakteristik setiap saluran serta tantangan yang mungkin muncul menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan kerja yang komunikatif, kolaboratif, dan produktif.

Daftar referensi
1. Robbins, S. P., & Judge, T. A. (2017). Organizational Behavior (17th ed.). Pearson.
2. Luthans, F. (2011). Organizational Behavior: An Evidence-Based Approach (12th ed.). McGraw-Hill Education.
3. Kreps, G. L. (1990). Organizational Communication: Theory and Practice. Longman.
4. Daft, R. L. (2016). Organization Theory and Design (12th ed.). Cengage Learning.
5. Goldhaber, G. M. (1993). Organizational Communication. Brown & Benchmark.
6. Miller, K. (2015). Organizational Communication: Approaches and Processes. Cengage Learning.

Fajar Sriwijaya (233500020001)

Universitas Mpu Tantular Jakarta

Komunikasi Organisasi

Dosen pengampu: Ibu Serepina Tiur Maida S.Sos.,M.Pd., M.I.Kom.,C.AC.,C.PS., C.STMI


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Webinar Serikat Pekerja Dosen dan Karyawan (SPD-K) - Komunikasi Organisasi

Fungsi Organisasi - Komunikasi Organisasi

Model dan Teori Komunikasi Organisasi - Komunikasi Organisasi