Komunikasi Verbal dan Nonverbal dalam Komunikasi Organisasi - Komunikasi Organisasi
Hiii readerssss....
Jumpa lagi. Kali ini saya ingin menyampaikan Komunikasi Verbal dan Nonverbal dalam Organisasi (dalam Komunikasi Organisasi)
Komunikasi merupakan komponel vital dalam sebuah organisasi. Tanpa adanya komunikasi yang efektif, baik secara verbal maupun nonverbal, sebuah organisasi akan kesulitan mencapai tujuan, menjaga koordinasi antar bagian, serta menciptakan lingkungan kerja yang kondusif.
Komunikasi organisasi adalah proses pengiriman dan penerimaan pesan diantara individu atau kelompok dalam suatu organisasi.
1. Komunikasi Verbal dalam Organisasi
Komunikasi verbal sendiri memiliki arti menggunakan kata-kata sebagai media untuk menyampaikan pesan.
Bentuk-Bentuk komunikasi verbal adalah Lisan dan Tulisan.
Fungsi dari komunikasi verbal dalam organisasi adalah untuk menyampaikan informasi dan instruk kerja, membangun hubungan antar individu, memfasilitasi pengambilan keputusan, dan meningkatkan koordinasi lintas departemen.
Komunikasi verbal memiliki kelebihan dan kekurangan, yaitu
a. Kelebihan (Cepat, efisien, memungkinkan umpan balik langsung dan mudah untuk penyesuaian ekspresi).
b. Kekurangan (Bisa terjadi distorsi pesan, tidak terdokumentasi, dan terpengaruh oleh gaya bicara atau emosi).
2. Komunikasi Nonverbal dalam Organisasi
Komunikasi nonverbal memiliki arti proses penyampaian pesan tanpa menggunakan kata-kata.
Bentuk-bentuk komunikasi nonverbal dalam organisasi :
a. Ekspresi wajah
b. Gerak tubuh (kinestetik)
c. Nada dan intonasi suara (paralinguistik)
d. Proksemik (jarak fisik)
e. Penampilan fisik
f. Kontak mata
Fungsi komunikasi nonverbal dalam organisasi
a. Menunjukkan sikap dan emosi
b. Memberi konteks terhadap komunikasi verbal
c. Membantu mengatur alur percakapan
d. Membanun citra profesional dan budaya organisasi.
Komunikasi nonverbal memiliki kelebihan dan kekurangan, yaitu
a. Kelebihan (bersifat universal dan alami, menambah makna pada pesan verbal, dan menciptakan hubungan emosional)
b. Kekurangan (rentan salah interpretasi, tidak semua individu peka membacanya, dan terpengaruh oleh budaya dan konteks sosial.
3. Kesimpulan
Dalam praktiknya, komunikasi verbal dan nonverbal saling melengkapi. Komunikasi verbal memberikan kejelasan makna melalui kata-kata, sedangkan komunikasi nonverbal memberikan nuansa emosional dan kontekstual.
Ketika keduanya selaras, maka pesan yang disampaikan akan lebih akurat dan efektif.
Fajar Sriwijaya (233500020001)
Universitas Mpu Tantular Jakarta
Komunikasi Organisasi
Dosen pengampu: Ibu Serepina Tiur Maida S.Sos.,M.Pd., M.I.Kom.,C.AC.,C.PS., C.STMI
Very insighful kak, klo ada analogi mungkin bisa jd lebih ciamik
BalasHapus