Sumber Daya Manusia (SDM) - Komunikasi Organisasi

 Hiii readerssss....

Jumpa lagi. Kali ini saya ingin membahas mengenai Sumber Daya Manusia yang Berkualitas dalam Komunikasi Organisasi.

Dalam konteks organisasi modern, sumber daya manusia (SDM) bukan hanya sekedar aset, tetapi merupakan pengerak utama yang menentukan keberhasilan suatu organisasi. SDM yang berkualitas akan mendorong efektivitas, inovasi, dan produktivitas organisasi. Salah satu indikator utama dari kualitas SDM adalah kemampuan dalam berkomunikasi secara efektif. Komunikasi organisasi yang berjalan lancar menuntut keterampilan interpersonal, kecerdasan emosional dan kemampuan adaptif yang tinggi dari setiap individu dalam organisasi.

Menurut Robbins dan Judge (2019), komunikasi merupakan proses penting dalam organisasi yang memengaruhi perilaku kerja, koordinasi tugas, pengambilan keputusan, dan hubungan antaranggota. Oleh karena itu, kualitas SDM tidak dapat dilepaskan dari kapasitas komunikasinya.

Pengertian SDM Berkualitas

SDM yang berkualitas adalah individu atau kelompok dalam organisasi yang memiliki kompetensi teknis, kecakapan sosial, serta etika kerja yang tinggi untuk mencapai tujuan organisasi. Menurut Simamora (2021), ciri-ciri SDM yang berkualitas meliputi:

1. Kemampuan berpikir kritis dan analitis
2. Keterampilan komunikasi yang efektif
3. Etos kerja yang tinggi
4. Kemampuan kerja sama tim
5. Kepekaan terhadap perubahan dan kemampuan beradaptasi

Dalam konteks komunikasi organisasi, SDM yang berkualitas memiliki peran strategis dalam menjaga kesinambungan informasi, mencegah konflik komunikasi, serta membangun budaya kerja yang kolaboratif dan produktif.

Peran SDM Berkualitas dalam Komunikasi Organisasi

1. Sebagai Mediator Informasi
SDM yang cakap mampu menjadi perantara informasi yang andal. Mereka tidak hanya menyampaikan pesan, tetapi juga menyesuaikan bahasa, konteks, dan media komunikasi yang digunakan agar sesuai dengan penerimanya. Hal ini sejalan dengan pendapat Hackman & Johnson (2018) bahwa efektivitas komunikasi dalam organisasi sangat bergantung pada kompetensi komunikatornya.

2. Pembentuk Budaya Komunikasi Positif
Budaya komunikasi yang terbuka, partisipatif, dan non-diskriminatif terbentuk karena keterlibatan SDM yang mampu menciptakan iklim komunikasi yang sehat. Mereka menjunjung nilai transparansi, menghargai pendapat, dan aktif dalam mendengarkan.

3. Pendorong Kolaborasi dan Inovasi
Komunikasi yang efektif antar-SDM memfasilitasi kerja sama tim dan penciptaan ide-ide baru. Dengan kemampuan menyampaikan gagasan secara jelas, anggota tim bisa lebih mudah merespons dan mengembangkan ide bersama.

4. Pemecah Masalah dan Konflik
Konflik dalam organisasi seringkali disebabkan oleh miskomunikasi. SDM yang memiliki kecerdasan emosional dan keterampilan komunikasi yang tinggi dapat menjadi penengah dan mencari solusi secara dialogis, bukan konfrontatif.

Karakteristik SDM Berkualitas dalam Komunikasi Organisasi

1. Kemampuan komunikasi verbal dan nonverbal
SDM berkualitas tidak hanya mahir dalam berbicara atau menulis, tetapi juga mampu membaca dan menggunakan isyarat nonverbal secara efektif.

2. Empati dan kecerdasan emosional (Emotional Intelligence)
Daniel Goleman (2018) menekankan bahwa kecerdasan emosional—kemampuan mengenali dan mengelola emosi diri dan orang lain—sangat penting dalam membangun komunikasi interpersonal yang efektif.

3. Kemampuan mendengarkan secara aktif
Kemampuan untuk benar-benar mendengarkan, bukan sekadar mendengar, menjadi kunci untuk memahami pesan secara utuh. Ini membantu mencegah salah tafsir dalam komunikasi.

4. Adaptabilitas dan penggunaan teknologi komunikasi
Dengan berkembangnya komunikasi digital, SDM harus mampu menggunakan berbagai media komunikasi seperti email, platform kolaborasi daring (Microsoft Teams, Slack, Zoom), serta media sosial internal secara profesional.

Strategi Pengembangan SDM Berkualitas 

1. Pelatihan Komunikasi Internal
Organisasi perlu menyelenggarakan pelatihan rutin yang fokus pada pengembangan keterampilan komunikasi, seperti pelatihan public speaking, negosiasi, dan komunikasi lintas budaya. Pelatihan ini juga perlu dikaitkan dengan konteks organisasi agar lebih relevan.

2. Coaching dan Mentoring
Proses mentoring dari senior atau pemimpin organisasi kepada karyawan baru dapat membantu transfer pengetahuan dan budaya komunikasi yang sudah ada dalam organisasi.

3. Evaluasi dan umpan balik berkelanjutan
Organisasi harus membangun sistem evaluasi yang berkelanjutan terhadap keterampilan komunikasi SDM. Umpan balik yang konstruktif akan membantu individu memperbaiki dan mengembangkan diri.

4. Penuatan budaya komunikasi organisasi
Budaya organisasi yang mendukung komunikasi terbuka dan transparan perlu ditanamkan sejak awal kepada setiap anggota organisasi, termasuk melalui kode etik, nilai inti, dan kebijakan internal.

Tantangan dan Solusi

Tantangan Solusi
Perbedaan budaya dan latar belakang Pelatihan komunikasi lintas budaya
Gap generasi dalam gaya komunikasi Pelatihan multigenerasi dan adaptasi gaya komunikasi
Teknologi yang terus berubah Peningkatan literasi digital komunikasi SDM
Komunikasi jarak jauh yang minim interaksi emosional Penggunaan video call dan check-in rutin berbasis empati

Kesimpulan

Sumber daya manusia yang berkualitas adalah fondasi utama dari komunikasi organisasi yang efektif. Kemampuan mereka dalam membangun komunikasi yang jujur, terbuka, empatik, dan solutif akan menjadi faktor penentu dalam kelancaran operasional organisasi. Oleh karena itu, pengembangan kualitas SDM dalam aspek komunikasi harus menjadi prioritas utama dalam manajemen organisasi modern.

Referensi

1. Goleman, D. (2018). Emotional Intelligence: Why It Can Matter More Than IQ (Updated ed.). Bantam Books.
2. Hackman, M. Z., & Johnson, C. E. (2018). Leadership: A Communication Perspective (7th ed.). Waveland Press.
3. Robbins, S. P., & Judge, T. A. (2019). Organizational Behavior (18th ed.). Pearson.
4. Simamora, H. (2021). Manajemen Sumber Daya Manusia: Strategi dan Praktik dalam Organisasi (edisi revisi). Jakarta: Mitra Wacana Media.
5. Cardon, P. W. (2020). Business Communication: Developing Leaders for a Networked World (4th ed.). McGraw-Hill Education.
6. Northouse, P. G. (2021). Leadership: Theory and Practice (9th ed.). SAGE Publications.
7. Luthans, F., Luthans, B. C., & Luthans, K. W. (2021). Organizational Behavior: An Evidence-Based Approach (14th ed.). IAP.

Fajar Sriwijaya (233500020001)

Universitas Mpu Tantular Jakarta

Komunikasi Organisasi

Dosen pengampu: Ibu Serepina Tiur Maida S.Sos.,M.Pd., M.I.Kom.,C.AC.,C.PS., C.STMI

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Webinar Serikat Pekerja Dosen dan Karyawan (SPD-K) - Komunikasi Organisasi

Fungsi Organisasi - Komunikasi Organisasi

Model dan Teori Komunikasi Organisasi - Komunikasi Organisasi